PROFIL PROVINSI BALI

bali-map-high

Provinsi Bali memiliki luas wilayah yang secara keseluruhan sebesar 5.636,66 km2 atau 0,29 persen dari luas kepulauan Indonesia. Jika dilihat dari luas wilayah per kabupaten/kota, maka Kabupaten Buleleng memiliki luas terbesar 1.365,88 km2 atau 24,25 persen dari luas Provinsi, diikuti oleh Jembrana 841,80 km2 (14,94%), Tabanan seluas 839,3 km2 (14,90%) dan Karangasem seluas 839,54 km2 (14,90%), sedangkan sisanya adalah masing-masing Badung 418,52 km2, Kota Denpasar 127,78 km2, Gianyar 368,00 km2, Klungkung 315,00 km2 dan Bangli 520,81 km2 dengan total luas wilayah sekitar 31,01 persen dari luas provinsi.

Provinsi Bali terdiri dari beberapa pulau, yakni Pulau Bali sebagai pulau terbesar, Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Ceningan, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Serangan (terletak disekitar kaki pulau Bali) dan Pulau Menjangan yang terletak di bagian barat pulau Bali. Secara geografis, Provinsi Bali terletak pada posisi titik koordinat 8°03’40” – 8°50’48” LS (Lintang Selatan) dan 114°25’53”- 115°42’40” BT (Bujur Timur).

Wilayah Bali secara umum beriklim laut tropis, yang dipengaruhi oleh angin musim. Terdapat musim kemarau dan musim hujan yang diselingi oleh musim pancaroba, dengan curah hujan berkisar antara 0,0 – 425,4 mm per tahun. Rata-rata suhu maksimum berkisar antara 29,8 °C – 33,4°C dan rata-rata suhu minimum berkisar antara 21,9 °C – 32,5 °C.

Secara umum, pertumbuhan perekonomian Bali tahun 2003 telah mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2002. Pertumbuhan ekonomi Bali yang digambarkan dengan pertumbuhan PDRB harga konstan tahun 1993 mencapai 3,65%, angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun 2002 yang mencapai 3,15%. Bahkan pertumbuhan tahun 2003 telah melampaui target yang ditetapkan sebesar 3,58%. Hal yang menarik untuk disimak adalah semakin menurunannya kontribusi sektor pertanian dibandingkan kontribusi sektor non pertanian. Kontribusi sektor pertanian tahun 2002 mencapai 20,77% namun pada tahun 2003 mengalami penurunan menjadi 20,56%. Sedangkan kontribusi sektor non pertanian mengalami peningkatan dari 79,23% tahun 2002 menjadi 79,44% tahun 2003. Pendapatan perkapita pasca krisis terus menunjukkan perbaikan yang cukup menggembirakan. Tahun 2003 pendapatan perkapita penduduk Bali mencapai Rp. 7,15 juta pertahun atau naik sebesar 4,25% dibandingkan tahun 2002 yang mencapai Rp. 6,85 juta per tahun.

Komitmen pemerintah untuk menekan inflasi sampai pada level satu digit telah dapat dibuktikan. Ini terlihat dari menurunnya inflasi tahun 2003 yang mencapai 4,56%, angka ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang menyentuh level dua digit yaitu sebesar 12,49%.

Kunjungan wisman ke Bali selama tahun 2003 kurang dari satu juta orang atau mencapai 993.029 orang. Jumlah ini turun sangat tajam 22,77 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 1.285.844 orang.

Pertumbuhan ekonomi yang baik tentunya mempertimbangkan besarnya kontribusi investasi sebagai modal pembangunan. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan dapat meningkatkan lagi peran investasi terutama peran swasta dan swadaya masyarakat dalam pembangunan perekonomian Bali. Tahun 2002, dengan pertumbuhan sebesar 3,15% total investasi yang dibutuhkan mencapai Rp. 2.768.297,08 juta atau sebesar 12,55% dari total PDRB, dimana peran investasi pemerintah mencapai 29,35% atau Rp. 812.449,11 Juta dan peran investasi swasta dan swadaya masyarakat mencapai 70,65% atau Rp. 1.955.847,97 juta. Meskipun pertumbuhan tahun 2003 mencapai 3,65% dan didukung dengan peningkatan investasi sebesar 2,82% atau mencapai Rp. 2.846.444,25 juta (11,84% dari total PDRB), ternyata peranan investasi pemerintah justru mengalami peningkatan dibanding peranan investasi swasta dan swadaya masayarakat. Dimana peran investasi pemerintah mencapai Rp. 849.496.79 juta (29,84%) dan investasi swasta dan swadaya masyarakat sebesar Rp. 1.996.947.46 juta (70,16%).

( Sumber : Buku Profil Provinsi Bali 2004 )

Download Data Profil Bali 2004

Download Data Profil Bali 2005

Download Data Profil Bali 2006

PROFIL SUMATERA UTARA

GAMBARAN UMUM PROVINSI SUMATERA UTARA

A. Kondisi Geografis Daerah

1. Luas Wilayah Provinsi Sumatera Utara terletak diantara 10-40 Lintang Utara dan 980-1000 Bujur Timur. Luas wilayah Provinsi Sumatera Utara mencapai 71.680,68 km2 atau 3,72% dari luas Wilayah Republik Indonesia, dengan posisi geografis antara 10 – 40 LU dan 980 – 1000 BT. Provinsi Sumatera Utara memiliki 162 pulau, yaitu 6 pulau di Pantai Timur dan 156 pulau di Pantai Barat. Batas wilayah Provinsi Sumatera Utara meliputi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam di sebelah Utara, Provinsi Riau dan Sumatera Barat di sebelah Selatan, Samudera Hindia di sebelah Barat, serta Selat Malaka di sebelah Timur.Letak geografis Provinsi Sumatera Utara berada pada jalur strategis pelayaran Internasional Selat Malaka yang dekat dengan Singapura, Malaysia dan Thailand.

2. Topografis Wilayah Sumatera Utara terdiri dari daerah pantai, dataran rendah dan dataran tinggi serta pegunungan Bukit Barisan yang membujur ditengah-tengah dari Utara ke Selatan. Kemiringan tanah antara 0 – 12 % seluas 65,51% seluas 8,64 % dan diatas 40 % seluas 24,28 %, sedangkan luas Wilayah Danau Toba 112.920 Ha atau 1,57 %. Berdasarkan Topografi Daerah Sumatera Utara dibagi atas 3 (tiga) bagian yaitu bagian Timur dengan keadaan relatif datar, bagian tengah bergelombang sampai berbukit dan bagian Barat merupakan dataran bergelombang.Wilayah Pantai Timur yang merupakan dataran rendah seluas 24.921,99 Km2 atau 34,77 persen dari luas wilayah Sumatera Utara adalah Daerah yang subur, kelembaban tinggi dengan curah hujan relatif tinggi pula. Wilayah ini memiliki potensi ekonomi yang tinggi sehingga cenderung semakin padat karena arus migrasi dari wilayah Pantai Barat dan dataran tinggi. Banjir juga sering melanda wilayah tersebut akibat berkurangnya pelestarian hutan, erosi dan pendangkalan sungai. Pada musim kemarau terjadi pula kekurangan persediaan air disebabkan kondisi hutan yang kritis. Wilayah dataran tinggi dan wilayah Pantai Barat seluas 46.758,69 Km2 atau 65,23 persen dari luas wilayah Sumatera Utara, yang sebagian besar merupakan pegunungan, memiliki variasi dalam tingkat kesuburan tanah, iklim, topografi dan kontur serta daerah yang struktur tanahnya labil. Beberapa 2 danau, sungai, air terjun dan gunung berapi dijumpai di wilayah ini serta sebagian wilayahnya tercatat sebagai daerah gempa tektonik dan vulkanik.

3. Iklim Iklim di Sumatera Utara termasuk iklim tropis yang dipengaruhi oleh angin Passat dan angin Muson. Kelembaban udara rata-rata 78%-91%, Curah hujan (800-4000) mm / Tahun dan penyinaran matahari 43%.

4. Batas Administrasi Wilayah Sumatera Utara berada pada jalur perdagangan Internasional, dekat dengan dua Negara Asean, yaitu Malaysia dan Singapura serta diapit oleh 3 (tiga) Provinsi, dengan batas sebagai berikut :  Sebelah Utara berbatasan dengan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam,Sebelah Timur berbatasan dengan Selat Malaka. Sebelah Selatan berbatasan dengan Provinsi Riau dan Provinsi Sumatera Barat. Sebelah Barat berbatasan dengan Samudera Hindia

5. Pembagian wilayah Administrasi Pemerintahan Seiring dengan laju perkembangan pemekaran wilayah Kabupaten / Kota di wilayah Sumatera Utara yang begitu pesat, sampai tahun 2008 jumlah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara telah bertambah jumlahnya menjadi 28 Kabupaten / Kota yang terdiri dari 21 Kabupaten dan 7 Kota, 383 Kecamatan, Desa Kelurahan 5736 dengan Ibukota Provinsinya di kota Medan dengan luas 265 Km2 dan jumlah penduduk 2.083.156 jiwa.

JUMLAH KABUPATEN/KOT, KECAMATAN DESA/KELURAHAN

1. Nias 32 443

2. Mandailing Natal 22 376

3. Tapanuli Selatan 11 511

4. Tapanuli Tengah 19 172

5. Tapanuli Utara 15 243

6. Toba Samosir 14 192

7. Labuhan Batu 22 242

8. Asahan 13 176

9. Simalungun 31 351

10. Dairi 15 169

11. Karo 17 262 3

12. Deli Serdang 22 394

13. Langkat 20 260

14. Nias Selatan 8 214

15. Humbang Hasundutan 10 144

16. Pakpak Bharat 8 52

17. Samosir 9 117

18. Serdang Bedagai 17 243

19. Batubara 7 100

20. Padang Lawas Utara 8 379

21. Padang Lawas 9 303

22. Sibolga 4 17

23. Tanjung Balai 6 31

24. Pematang Siantar 7 43

25. Tebing Tinggi 5 35

26. Medan 21 151

27. Binjai 5 37

28. Padang Sidimpuan 6 37 Sumatera Utara 383 5.736

B. Demografis Penduduk Sumatera Utara terdiri dari berbagai suku, yaitu Melayu, Batak, Nias, Aceh, Minangkabau, Jawa dan telah beragama. Walaupun berbeda Agama dan adat istiadat, kehidupan bersama berlangsung rukun dan damai dengan Pancasila sebagai pedoman hidup.

1. Jumlah Penduduk Pada tahun 2003, jumlah penduduk Provinsi Sumatera Utara berjumlah 11.890.399 jiwa, terdiri dari 5.942.682 laki-laki dan 5.947.717 perempuan, dengan kepadatan rata-rata 166 Jiwa/Km². Sekitar 56,75 % penduduk bertempat tinggal di pedesaan dan 43,25 % bertempat tinggal di daerah perkotaan. Pada tahun 2007, penduduk Provinsi Sumatera Utara bertambah jumlahnya menjadi 12.834.371 jiwa yang terdiri dari 6.405.076 jiwa penduduk laki-laki atau sebesar 49,91 persen dan 6.429.925 jiwa penduduk perempuan atau sebesar 50,09 persen, dengan kepadatan rata-rata 179 Jiwa/Km².

2. Laju Pertumbuhan Penduduk Laju pertumbuhan Penduduk Sumatera Utara selama kurun waktu Tahun 1990 – 2000 adalah 1,20 persen pertahun, dan pada Tahun 2000 – 2005 menjadi 1,35 persen pertahun. Laju pertumbuhan penduduk tertinggi antara Tahun 2000 – 2005 terdapat di Kabupaten Tapanuli Tengah sebesar 2,96 persen pertahun, hal ini kemungkinan karena letak Kabupaten Tapanuli Tengah sebagai daerah transit bagi Kabupaten di sekitarnya seperti Kabupaten Nias dan Tapanuli Selatan. Sedangkan laju pertumbuhan penduduk terendah ada di Kabupaten Toba Samosir, yang tercatat sebesar negatif 0,96 persen pertahun. Berdasarkan struktur usia keseluruhan terdiri dari 33,68 persen berusia dibawah 15 Tahun; 42,06 persen wanita usia subur dan 18,17 persen usia diatas 45 Tahun (termasuk 3,3 persen diatas 64 Tahun).

3. Struktur Usia Berdasarkan struktur usia, secara keseluruhan penduduk Provinsi Sumatera Utara terdiri dari 33,68 persen berusia dibawah 15 Tahun; 42,06 persen wanita usia subur dan 18,17 persen usia diatas 45 Tahun (termasuk 3,3 persen diatas 64 Tahun). Distribusi Penduduk berdasarkan Wilayah Pembangunan Distribusi penduduk Provinsi Sumatera Utara relatif tidak merata, dengan penyebaran berdasarkan wilayah pembangunan sebagai berikut :

a. Wilayah Pantai Timur dengan luasnya 24.921,99 Km² (34,77 %). Pada Tahun 2003, Jumlah Penduduk 7.378.654 Jiwa (62,06 %), kepadatan ± 296 Jiwa/Km². Pada Tahun 2007, Jumlah Penduduk 8.020.815 Jiwa (62,49 %), kepadatan ± 322 Jiwa/Km².

b. Wilayah Dataran Tinggi luasnya 20.569,62 Km² (28,70%). Pada Tahun 2003, Jumlah Penduduk 2.321.900 Jiwa (19,53 %), kepadatan ± 113 Jiwa/Km². Pada Tahun 2007, Jumlah Penduduk 2.459.901 Jiwa (19,17 %), kepadatan ± 120 Jiwa/Km².

c. Wilayah Pantai Barat dengan luas 26.189,07 Km² (36,54%). Pada Tahun 2003, Jumlah Penduduk 2.189.845 Jiwa (18,42 %), kepadatan ± 84 Jiwa/Km². Pada Tahun 2007, Jumlah Penduduk 2.353.655 Jiwa (18,34 %), kepadatan ± 90 Jiwa/Km².

4. Distribusi Penduduk berdasarkan Suku Bangsa dan Agama Provinsi Sumatera Utara memiliki 7 etnis serta 5 etnis pendatang yang tersebar pada Kabupaten/Kota di Sumatera Utara. Adapun distribusi penduduk berdasarkan suku bangsa dan agama di daerah Sumatera Utara adalah sebagai berikut :

a. Suku Bangsa Jumlah dan persentase menurut suku/etnis asli daerah Sumatera Utara sebanyak 7 (tujuh) suku/etnis yaitu meliputi : – Melayu sebanyak 674.122 orang atau 5,86 % – Karo sebanyak 585.173 orang atau 5,09 % – Simalungun sebanyak 234.515 orang atau 2,04 % – Tapanuli/Toba sebanyak 2.948.264 orang atau 25,62 % – Mandailing sebanyak 1.296.518 orang atau 11,27 % – Pakpak sebanyak 83.866 orang atau 0,73 % – Nias sebanyak 731.620 orang atau 6,36 % Sedangkan suku/etnis pendatang meliputi : – Jawa sebanyak 3.843.602 orang atau 33,40 % – Minang sebanyak 306.550 orang atau 2,66 % – Cina sebanyak 311.779 orang atau 2,71 % – Aceh sebanyak 111.686 orang atau 0,97 % – Lainnya (warga negara asing) sebanyak 379.113 orang atau 3,29 % .

b. Agama Jumlah dan persentase menurut agama di daerah Sumatera Utara yang dianut yaitu meliputi : – Islam sebanyak 7.530.839 jiwa atau 65,45 % – Khatolik sebanyak 550.456 jiwa atau 4,78 % – Protestan sebanyak 3.062.965 jiwa atau 26,62 % – Hindu sebanyak 21.329 jiwa atau 0,19 % – Budha sebanyak 324.864 jiwa atau 2,82 % – Lainnya sebanyak 16.355 jiwa atau 0,14 % 6

C. Potensi Unggulan Daerah Potensi sumber daya alam Sumatera Utara cukup berlimpah, diantaranya tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, perikanan dan pariwisata. Potensi Pertanian Provinsi Sumatera Utara diantaranya adalah sayuran, jeruk dan buah-buahan yang sebagian besar telah dipasarkan dengan baik dan sudah di ekspor keluar negeri maupun provinsi lain. Luas areal perkebunan adalah 1.634.772 ha atau 22,73% dari luas Sumatera Utara dengan produksi sebesar ± 3.738.516 ton untuk 23 komoditi diantaranya sawit, karet, kopi, kakao, tembakau dan kelapa. Rata-rata pertambahan luas lahan perkebunan 0,72 % pertahun dan pertumbuhan produksi sebesar 2,74 % pertahun. Potensi perikanan laut Selat Malaka (Pantai timur) sebesar 276.030 ton pertahun dan sudah dimanfaatkan sekitar 90,75 %, sedangkan potensi Samudera Hindia atau Pantai Barat sebesar 1.076.960 ton per Tahun dan baru dimanfaatkan 8,79 %. Potensi Pantai Barat ini perlu dikembangkan mengingat tingkat pemanfaatannya masih rendah. Sumatera Utara juga merupakan salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW) mempunyai 399 objek wisata yang tersebar di seluruh daerah. Dari 120 objek wisata yang dipasarkan meliputi potensi alam, seperti Danau Toba, Wisata Bahari terutama di Nias, Agro Wisata, Seni dan Budaya etnis yang masing-masing mempunyai nilai sendiri-sendiri. Komoditi Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Bukit Barisan Sumatera Utara, seperti jagung, kentang, kopi, ikan mas, sapi, bawang merah dan sebagainya, juga berpotensi untuk dikembangkan. Pengembangan Kawasan Agromarinepolitan Wilayah Pesisir, Pulau-pulau kecil dan Pulau terluar, dengan luas laut Sumatera Utara 110.000 km², panjang pantai 1.300 km (Pantai Timur 545 km dan Pantai Barat 375 km serta Pulau Nias 380 km), Jumlah Pulau sebanyak 419 buah (bernama 237 buah dan tidak bernama 182 buah) sangat berpotensi untuk dikembangkan. Hal ini seiring dengan bertambahnya penduduk Indonesia dan dunia sehingga akan meningkatkan permintaan terhadap kelautan dan perikanan, ditambah dengan menurunnya kemampuan produksi perikanan tangkap dunia. Potensi Sumber Daya Ikan (SDI) di kawasan Pantai Barat mencapai 1.076.960 ton/Tahun dengan potensi jenis ikan unggulan di laut pesisir seperti Tuna, Tongkol, Cakalang, Kerapu, Kakap, Kembung, Tenggiri, Teri dan Ikan Hias (tingkat pemanfaatan baru sekitar 8,79%).Potensi SDI di Kawasan Pantai Timur mencapai 276.030 ton/Tahun dengan potensi jenis ikan unggulan di laut pesisir seperti, Tuna, Tongkol, Cakalang, Kerapu, Kakap, Kembung, Tenggiri, Baronang, Teri dan Pari (tingkat pemanfaatan baru sekitar 90,75%). Potensi Kepariwisataan Bahari, banyak memiliki pantai yang indah seperti, Pantai Lagundri, Sorake, Pulau Pandan dan lainlain yang amat diminati oleh wisata Mancanegara untuk berselancar, diving dan lainlain. Potensi Bahan Tambang dan Galian yang cukup besar seperti Energi Panas Bumi, Timah Putih, Pasir Kuarsa, Kaolin dan Bauksit. Disamping itu, letak geografis Sumatera utara merupakan Kawasan Jalur Perdagangan Internasional sebab dekat dengan Selat Malaka (Malaysia) dan Singapura.

( Sumber : http://www.bainfokomsumut.go.id/profil.php )

Download Data Sumatera Utara Dalam Angka 2006

Download Data Sumatera Utara Dalam Angka 2007

PROFIL PROVINSI JAWA BARAT

1219481054logo-jawabarat

Sekilas Jabar

Perkembangan Sejarah menunjukkan bahwa Propinsi Jawa Barat merupakan Propinsi yang pertama dibentuk di wilayah Indonesia (staatblad Nomor : 378). Propinsi Jawa Barat dibentuk berdasarkan UU No.11 Tahun 1950, tentang Pembentukan Propinsi Jawa Barat. Selama lebih kurang 50 tahun sejak pembentukannya, wilayah Kabupaten/Kota di Jawa Barat baru bertambah 5 wilayah, yakni Kabupaten Subang (1968), Kota Tangerang (1993), Kota Bekasi (1996), Kota Cilegon dan Kota Depok (1999). Padahal dalam kurun waktu tersebut telah banyak perubahan baik dalam bidang pemerintahan, ekonomi, maupun kemasyarakatan.

Jawa Barat merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang memiliki alam dan pemandangan yang indah serta memiliki berbagai potensi yang dapat diberdayakan, antara lain menyangkut Sumber Daya Air, Sumber Daya Alam dan Pemanfaatan Lahan, Sumber Daya Hutan, Sumber Daya Pesisir dan Laut serta Sumber Daya Perekonomian.

Dalam kurun waktu 1994-1999, secara kuantitatif jumlah Wilayah Pembantu Gubernur tetap 5 wilayah dengan tediri dari : 20 kabupaten dan 5 kotamadya, dan tahun 1999 jumlah kotamadya bertambah menjadi 8 kotamadya. Kota administratif berkurang dari enam daerah menjadi empat, karena Kotip Depok pada tahun 1999 berubah status menjadi kota otonom.

Dengan lahirnya UU No.23 Tahun 2000 tentang Provinsi Banten, maka Wilayah Administrasi Pembantu Gubernur Wilayah I Banten resmi ditetapkan menjadi Provinsi Banten dengan daerahnya meliputi : Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak dan Kabupaten/Kota Tangerang serta Kota Cilegon.

Adanya perubahan itu, maka saat ini Provinsi Jawa Barat terdiri dari : 17 Kabupaten dan 9 Kotamadya, dengan membawahkan 592 Kecamatan, 5.201 Desa dan 609 Kelurahan.

(Sumber : http://www.jabar.go.id/jabar/public/98694/menu.htm )

Daftar Isi :

  1. GEOGRAFI
  2. PENDAPATAN REGIONAL
  3. ADMINISTRASI UMUM PEMERINTAHAN
  4. PERTANIAN
  5. PETERNAKAN
  6. PERIKANAN
  7. KEHUTANAN dan PERKEBUNAN
  8. KEPARIWISATAAN
  9. KOPERASI, USAHA KECIL MENENGAH dan LEMBAGA KEUANGAN
  10. INVESTASI dan PENANAMAN MODAL
  11. PERDAGANGAN dan PERINDUSTRIAN
  12. KETENAGAKERJAAN
  13. PENDIDIKAN, AGAMA dan KEBUDAYAAN
  14. SOSIAL
  15. PENATAAN RUANG dan LINGKUNGAN HIDUP
  16. PERMUKIMAN
  17. PENGAIRAN dan JALAN
  18. KESEHATAN

Download Data 2005

Download Data 2006

Download Data 2007

PROFIL PROVINSI YOGYAKARTA

peta

Buku Profil Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan publikasi hasil analisis data Sistem Informasi Profil Daerah yang disusun berdasarkan database profil daerah yang diupayakan dapat menggambarkan seluruh potensi dan sumberdaya yang dimiliki oleh daerah propinsi.

Melalui ketersediaan data dan informasi profil daerah Daerah Istimewa Yogyakarta ini diharapkan dapat menjadi salah satu pendukung bagi pengambilan keputusan dan kebijakan baik di Daerah maupun di Pusat, dan dapat meningkatkan komitmen pemerintah daerah untuk membangun pola kerja berbasis data dan informasi, serta akan meningkatkan kapasitas daerah dalam penyeleggaraan pemerintahan dan pembangunan di daerah.

Data yang tersaji dalam buku ini merupakan data yang terekam sampai dengan akhir tahun 2006, sehingga secara bertahap selalu diusahakan pembaharuannya serta penyempurnaan kualitas maupun kuantitasnya.

Penghargaan dan ucapan terima kasih kami sampaikan atas dukungan dari dinas/instansi vertikal dan otonom di Propinsi DIY yang tergabung dalam Tim Koordinasi Sistem Informasi Profil Daerah (SIPD) Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sehingga publikasi ini dapat terwujud. Kami berharap dukungan ini akan terus berlanjut sehingga kualitas dan kuantitas data dan informasi yang tersaji dalam publikasi ini akan semakin baik. Tanggapan dan saran akan bermanfaat guna kesempurnaan publikasi di masa mendatang.

(Sumber : Buku Profil Provinsi Yogyakarta Tahun 2006)


DAFTAR  ISI :

BAB I PENDAHULUAN

BAB II TENTANG DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

  1. Latar Belakang
  2. Asal Usul
  3. Brand Jogja “NEVER ENDING ASIA”
  4. VISI dan MISI Brand jogja

BAB III PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA

YOGYAKARTA

  1. Lambang Daerah
  2. Visi Pemerintah Daerah Yogyakarta
  3. Misi Pemerintah Daerah Yogyakarta

BAB IV DATA DAN INFORMASI

1. Keadaan Geografis

  • Keadaan Alam
  • Iklim

2. Bidang Pemerintahan

  • Pegawai Negeri Sipil
  • Pejabat Struktural
  • Pejabat Fungsional

3. Bidang Kependudukan

  • Penduduk
  • Ketenagakerjaan

4. Bidang Kesehatan

  • Sarana Kesehatan
  • Sarana Industri,distribusi Obat,Alat Kesehatan yang direkomendasikan dari Provinsi
  • Tenaga Kesehatan

5. Bidang Pendidikan

  • Sekolah Umum
  • Sekolah Agama
  • Perguruan Tinggi

6. Bidang Kesejahteraan Sosial

  • Penduduk Miskin
  • Beras Untuk Penduduk Miskin
  • Pengungsi
  • Penduduk Rawan Sosial
  • Panti Asuhan
  • Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS)

7. Bidang Agama

  • Pemeluk Agama
  • Sarana Ibadah
  • Pondok Pesantren
  • Jumlah Jemaah Haji

8. Bidang Pertanian

  • Produksi Padi dan Palawija
  • Populasi dan Produksi Ternak
  • Produksi Kelautan dan Perikanan
  • Perkebunan

9. Bidang Energi

10. Bidang Lingkungan Hidup

  • Kawasan Lindung
  • Pencemaran
  • Penataan Ruang

11. Bidang Perumahan dan Permukiman

12. Bidang Pekerjaan Umum

13. Bencana Alam

    Download Data Profil Tahun 2006

    Download Data Profil Tahun 2007

    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.